Ajarkan & Biasakan Anak Laki-laki Dengan Pekerjaan Rumah Tangga 

Bogor, 15 Sept 2025 , diambil dari Laman Facebook ku 29 Okt 2020

Entah kali ke berapa saya dapat curhatan dari para istri yg beberapa diantaranya memiliki / baru memiliki bayi. Keluhan mereka rata2 sama yaitu : Suami mereka tidak mau membantu sama sekali mengurus bayi-anak dan apalagi membantu pekerjaan rumah tangga. Tidak sedikit yg mulai menunjukkan tanda2 Baby Blues hingga mengarah ke PPD (Postpartum Depression).

Ada curhatan terakhir kira2 minggu lalu yg cukup membuat saya sedih seperti ini : “Suami saya sama sekali tidak mau bantu mengurus anak pertama yg usia balita juga bayi yg baru berusia 5 bln. Bukan hanya itu, suami saya tidak mau membantu pekerjaan rumah tangga sama sekali. Sementara sang istri menderita HNP Lumbar (Awamnya syaraf terjepit di pinggang). Yg kalau lagi kambuh nyeri sekali bergerak. Sementara sang suami setelah pulang kerja / saat tidak kerja kerjanya leha2 (bersantai saja) , main game. Akhirnya sang istri pergi memboyong kedua anaknya ke rumah orang tuanya supaya ada yg membantu.”. Note: kondisi ekonomi pasutri tsb tidak cukup mampu untuk menggaji khadimat. Sang istri pun turut membantu perekonomian keluarga dengan menjual kue & frozen food.

Setiap habis masuk curhatan saran saya standar yaitu mengadukan ke Allah Ta’ala & agar membicarakan baik2 masalah rumah tangga tsb ke orang terdekat yaitu keluarga walau sering kali dinasehati orang tua & mertua tapi kembali berulang.

Yg saya highlight mengenai laki2 -dewasa- yg tidak mau, tidak bisa, tidak biasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dulu waktu awal2 menikah saya amaze melihat suami , 4 orang bersaudara yg semuanya laki2 terbiasa membantu pekerjaan rumah tangga. Kakak ipar pertama tinggal di Sydney, Kakak ipar kedua tinggal di Singapore dengan anak yg cukup banyak ( 4 dan 5 ) tanpa khadimat – ART (tentunya yg jadi contoh yg baik bagaimana survive di negeri orang tanpa khadimat.

Saya sendiri sejak dini kira2 di usia anak pertama (laki2) 4 tahun mengenalkan pekerjaan2 rumah tangga. Ketika kami sekeluarga tinggal di AS beberapa tahun, mereka makin dilibatkan dalam pekerjaan rumah tangga sehari2. Fast forward ke saat ini dimana usia putra pertama 14 thn, yg putra kedua 12 thn mereka sudah dalam kategori berkewajiban & bertanggung jawab akan pekerjaan rumah tangga kami. (Note : kami tidak mempekerjakan khadimat).

Beberapa item pekerjaan rumah tangga adalah tanggung jawab pribadi seperti cuci piring & alat makan (suami saya pun mencuci piring sendiri), membereskan kamar tidur setelah bangun subuh, melipat & menggantung baju.

Pekerjaan2 yg bergantian dikerjakan kedua putra saya yaitu : Memasak sarapan , Baking kue & Cooking resep2 baru, Mengangkat jemuran, Menjemur Pakaian, Membersihkan rumah (Vakum & Pel) , Menyiram Tanaman (sekali2 saat kemarau).

Saya seperti Manajer / Supervisor yg bertugas mengawasi & sebagai QC (Quality Control). Untuk beberapa item seperti membersihkan kamar mandi & menyetrika baju kerja suami masih saya yg kerjakan. PR saya untuk mengajari lebih detail mengerjakan cara menyetrika pakaian. Life skill lain sudah saya ajarkan seperti memasak menggunakan benda2 tajam untuk mengupas/memotong bahan makanan yg cukup sulit. Juga putra pertama seperti video ini saya ajarkan menjahit (teknik sashiko), kalau menjahit yg bolong kecil maupun menjahit (memasang) kancing sudah saya ajarkan kira2 2-3 tahun lalu.

Suami saya mengajarkan pekerjaan/skill yg identik dengan laki2 seperti: Utak atik sepeda, merakit PC mandiri, Mengganti keran / selang yg bocor dll.

Semua bisa dibuat fun selama kita orang tuanya mengajarkan dengan fun juga. Memang ada masa2 mereka mogok / males yg masih wajar. Tinggal diingatkan komitmen/kesepakatan yg sudah dibuat dan untuk kasus2 tertentu seperti sakit / banyak pekerjaan sekolah/yg lain maka saya / suami yg back up.

Begitu kira2 sharing kali ini. Berhubung pandemi n membuat kita sebagian besar di rumah saja, keluhan beban istri bertambah karena harus mengajar BDR plus bertambahnya pekerjaan rumah tangga (misal karena dapur yg lebih banyak mengepul) mesti segera dibicarakan bersama suami n anak2. Jangan sampai istri keburu stress, depresi n semua tidak happy.

Have A Nice Loong Weekend

F.B. Monika

Konselor Menyusui

La Leche League (LLL) International Leader

Penulis “Buku Pintar ASI & Menyusui”

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kekuatan Pelukan

Kekuatan Pelukan

Bogor, 14 Oktober 2025 diambil dari Laman Facebookku 27 November 2019 Kemarin saat bedrest sempat…

BAHAYA MP-ASI DINI (MP-ASI = Makanan Pendamping ASI) Bogor, 14 Oktober 2025 , diambil dari…

Trending