Future Goal : Jadi Ibu Mertua Yg Update Ilmu & Terbuka Akan Perkembangan Ilmu

Bogor, 30 Agustus 2025 , diambil dari Laman Facebook ku 26 Juli 2019

Ada yg masih ingat / pernah baca kisah di balik foto ini ? Kisahnya , Ibu yg tinggal di Islamabad – Pakistan ini melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan. Kemudian Ibu mertuanya menginformasikan bahwa ASI tidak akan cukup untuk kedua bayi tersebut.

Cerita bergulir ketika di budaya daerah tersebut membuat Ibu harus memilih menyusui bayi laki-laki nya saja. Dan kisah sedih di akhirnya adalah bayi perempuannya akhirnya meninggal.

Di negara / daerah yg ikatan kekerabatan kuat, extended family member seperti nenek, kakek, Tante, Om tinggal bersama dalam 1 rumah dan ikut dalam pengasuhan anak2 sejak bayi, bisa jadi pisau bermata dua. Di satu sisi Ibu diuntungkan dengan banyaknya kemungkinan bala bantuan sehari2, tapi di sisi lain sangat besar tekanan pada Ibu untuk mengikuti pola asuh Ibu / Ibu Mertua.

Sementara kita sebagai anak paham , Tidak mudah bagi orang2 tua yg lahir di jaman puluhan tahun sebelum kita lahir untuk mau ikut belajar perkembangan ilmu & teknologi.

Entah berapa sering saya dengar Ibu yg dipaksa memberi sufor hingga MPASI dini saat tidak ada indikasi medis yg menyertai. Belum lagi mitos turun menurun yg sulit sekali untuk diputus karena dianggap baik oleh Nenek Kakek di jamannya dulu.

Di situasi ini peran suami haruslah kuat. Suami harus mampu menjadi mediator dan menyampaikan dengan cara yg baik & bisa diterima oleh Ibunya. Karena tidak selamanya ada opsi untuk tinggal tidak bergabung dengan mertua / keluarga besar. Para suami pun haruslah mau ikut belajar ilmu pengasuhan n kesehatan anak, bukan hanya membebankan & menyalahkan istri.

Karena anak tidak pernah memilih untuk lahir di keluarga seperti apa , oleh karena itu, kewajiban & tanggung jawab Ayah & Ibu (Bukan Nenek, Pengasuh dll) untuk memberikan hak2 anak sejak bayi. Sehingga anak2 dapat tumbuh & berkembang dengan sehat & bahagia.

Selamat Hari Anak Nasional

Menyambut Pekan ASI Dunia (Empower Parents, Enable Breastfeeding)

F.B. Monika

Konselor Menyusui

La Leche League (LLL) Leader

Penulis “Buku Pintar ASI & Menyusui

Note : Tulisan ini di like 916 pembaca, 106 komentar & dibagikan 1.000 x

Beberapa komentar yang masuk :

  • perna merasakan hal serupa… I know very well… Alhamdulillah sekarang mengurus baby no2 sendiri and sgt2 bahagiaaa meskipun agak repot sedikit… share budok… Terima kasih sudah mengingatkan…
  • “pisau bermata dua”, so deep , I feel
  • Pisau bermata dua. Ada yg dibebaskan sama mertua tapi merasa tidak diperhatikan, ada yg diperhatikan sampe detil tapi merasa dikekang. Semoga nanti pada saatnya kita jadi mertua selain update ilmu juga bisa membangun komunikasi yg baik dengan semua keluarga
  • Pengeeeen banget mengumpulkan dan merintis relawan utk para pejuang ASI macam konselor dll
  • Kalo saya masih ikut ortu atau mertua mungkin saya tidak akan bisa memberikan asi pada anak saya sampai umur 3 th 4 bulan.alhamdulillah sampai sekarang anak saya sehat kuat dan alhamdulillah jg cerdas
  • Ini yang terjadi di banyak group curhat dan tumbuh kembang anak.. Mamah – mamah muda dengan hp smart phone dan ketikan yang kadang azab buat di baca karena ketikan alay, huruf banyak discount di tambah banyak x.. Tapi sayangnya masih percaya sama ajaran mpasi dini .. Atau ibu – ibu yang merasa senior dan bilang jaman dulu nggak apa apa tu mpasi dini.. Buktinya aku sehat dan hidup.. Anak anak ku juga baik – baik aja
  • Sudah terpikirkan oleh sy mba Fatimah Berliana Monika Purba sejak sy sblm pnya anak utk melakukan hal yg sama. Salah satunya bnyak mengikuti perkembangan dunia kesehatan anak terkini yang disampaikan oleh ahlinya. Termasuk mengoleksi buku, termasuk bukunya Mba Monika
  • Jd mertua hrus baik trhdap menantu jgn jd musuh dlm selimut..
  • Ijin share bund monic, terimakasih
  • Sulit mematahkan mitos, karena kalo kita jelaskan kabayakan meragukan apa yang kita sampaikan, cara terbaik ajak para sesepuh yang gak sepaham pas konsul, biar dokter yang menjelaskan, karena kalo masih mantu atau anak kebayakan gak didengar dikira ngelawan
  • Yang paling susah itu mengedukasi suami. Sebelum mengedukasi mertua.. seperti yang mbak bilang suami harus ikut andil besar dalam proses pemberian ASI si buah hati.
  • Baru kemarin berantem sama sodara gara-gara MPASI dini,

Di bilang sok tahu,sok kekinian,ibu baru keminteran dan sekarang di sindir terossss di fb

Anaknya masuk rs gra” infeksi usus di bilang sudah takdir.

Ya Allah….

  • Saya harap ini bisa membuka mata penggiat ASI juga krn saya melihat bbrp penggiat ASI, dalam status2nya, seolah menyindir si ibu tanpa memperhatikan mungkin saja ada faktor keikutsertaan mertua dlm pengambilan keputusannya menggunakan sufor.
  • Terimakasih artikel nya Bu…pernah merasakan hal yg sama ketika hrs tandem nursing..menyusui memang harus keras kepala…dalam artian abaikan olok2..cibiran dll…yg pnting saat itu sy sdh Konsul dgn dsog dan dibolehkan untuk nursing while pregnant dan tandem nursing
  • setelah saya menjalani tandem hingga kakak selesai asi 2th atas kemudahan Allah, semakin optimis ngasih tau ke orang ilmu menyusui.. Saya seneng banget baca buku mba sebelum punya Anak. Semoga sehat selalu dan diberkahi aktivitasnya
  • Ini yg saya alami pasca melahirkan kmrin,apa lgi dilingkungan tempat tinggal saya masih terhitung masih kurang informasi tentang hal ini,mudah2an semakin banyak artikel informasi seperti ini semakin banyak org yg mau belajar tuk jd ortu yg lbh hebat lgi
  • Aku pernah merasakan.. Ketika aku mau tandem nursing, sudah konsultasi ke dokter lalu suamipun mendukung. Tapi apa mau dikata ketika mertua kontra dengan alasan takut si bayi tidak kebagian nutrisi. Lalu kandaslah. Padahal sudah berjalan beberapa hari, dan menjadi sm si kk tantrum n merasa iri. Posisi babyblues pun datang krn pengaruh hormon menjadikan aku sedih terus krn merasa tidak didukung. Da selalu menadapat omongan negatif dibelakang. Tapi aku sadar, aku seorang ibu, aku harus bahagia untuk mengurus anak2ku

Share :

16 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kekuatan Pelukan

Kekuatan Pelukan

Bogor, 14 Oktober 2025 diambil dari Laman Facebookku 27 November 2019 Kemarin saat bedrest sempat…

BAHAYA MP-ASI DINI (MP-ASI = Makanan Pendamping ASI) Bogor, 14 Oktober 2025 , diambil dari…

Trending