Kehilangan Teman Seperjuangan Hidup & Mati Itu Rasanya….

Bogor, 9 Agustus 2025 – repost dari laman Facebook ku tgl 19 Juli 2024

Innalillahi Wainnailaihi Roji’un….

Allaahummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa

Teh Mea Karmela Amanda Hasan sayang…. Allah sayang sama Teh Mea… Sudah tidak merasakan sakit dunia lagi..

Semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa2 Teteh, menerima amal ibadah Teteh di dunia & keluarga tercinta yg ditinggalkan terutama Mas Ponk & anak2 ikhlas , kuat, sabar .

Our talks seputar hidup & mati , seputar bertahan dari rasa nyeri dengan NAPZA, seputar adakah lebihan obatku untuk Teh Mea, sekali2 kami bercerita tentang anak2 kami…

Satu persatu teman seperjuangan ku duluan pergi , sementara aku mukzizat demi mukzizat kualami hingga masih hidup mungkin Allah kasih misi yg cukup banyak untukku .

Walau aku lelah, mentally terutama physically …

See you In Jannah Teh… InsyaAllah…

Selama 2-3 tahun aku hanya berkomunikasi dengan Teh Mea (rahimahallah) melalui wa, FB. Penyakit-penyakit kami beberapa jenis sama jadi kami tau persis apa rasanya. Di saat-saat hopeless kesakitan, di waktu-waktu orang umumnya sudah tidur lelap, kami meringis kesakitan, kadang menangis, dan mengirim pesan siapa tau salah seorang dari kami masih terbangun / sanggup berbalas chat.

Hingga suatu hari, saat aku sedang ke suatu RS aku melewati seseorang yang aura kedekatannya denganku sangat kuat. Lalu ketika aku berusaha menatap siapa dia, ternyata Mba tersebut langsung berkata dengan ragu : Monik ?

Dan disitulah pertemuan pertama kami, kami total hanya bertemu 2x.

Frustasi nya Teh Mea sedikit banyak bisa kubantu misal saat sedang kehabisan obat karena BPJS tidak cover dan harganya mahal. Jarang sekali chat kami berisi  hal yang menggembirakan, please don’t judge us orang-orang yang pesimis akan bisa sembuhnya penyakit kami atau kapan rasa sakit ini bisa berkurang paling tidak.

Seringnya kami membahas tentang kematian, tentang bagaimana nanti anak-anak kami bila kami tinggalkan, opname dan opname, obat-obatan yang kosong di seluruh Indonesia hingga mesti mencari teman yang akan keluar negeri untuk bisa kami minta tolong belikan, dan segudang kefrustasian lainnya.

Aku tidak seberani Teh Mea mengadakan Live FB / IG saat kondisi sedang hancur berantakan karena kesakitan jadi seperti orang mabuk / sakaw. Tapi sekarang aku rindu untuk bisa berbicara lagi dengan Teh Mea… Teh Mea sama seperti aku yang bukan nakes tapi paham mengenai penyakit – obat – treatment dan akan galak sekali ke pihak-pihak yang menyarankan terapi ini itu (percayalah hidup dengan penyakit ini belasan tahun aku – kami – sudah lelah dengan berbagai saran ini itu).

Kisah hidup Teh Mea sendiri seperti aku yang bagai drama. Di luar drama penyakit kami, Teh Mea sudah melewati berbagai kesulitan hidup luar biasa dari masa mudanya.

Jadi saat wa dari salah seorang teman online FB ku masuk pada suatu hari… Aku tau hari ini akan datang.. Aku… entah kapan, hidup mati rezeki jodoh kita tidak tau, kita hanya bisa berdoa dan berikhtiar.

See you in Jannah Teh … InsyaAllah….

Share :

18 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kekuatan Pelukan

Kekuatan Pelukan

Bogor, 14 Oktober 2025 diambil dari Laman Facebookku 27 November 2019 Kemarin saat bedrest sempat…

BAHAYA MP-ASI DINI (MP-ASI = Makanan Pendamping ASI) Bogor, 14 Oktober 2025 , diambil dari…

Trending