Bogor, 30 September 2025 , diambil dari Laman Facebook ku 7 Februari 2020
Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti workshop mengenai tension, stress & trauma. Sesi paling menarik adalah Sesi sharing, bercerita. Di mana setiap mendengar sharing tiap orangnya, kamipun ikut menangis.
Beberapa cerita yg berkesan dan membuatku bersyukur akan kehidupan diantaranya :
* Seorang Ibu (penampilannya tenang , lembut & penuh senyum) bercerita bahwa saat menggendong bayinya yg berusia 4 bln waktu itu di dalam mobil, ditabrak oleh bis sehingga bayinya meninggal di pangkuannya & sang Ibu luka berat (ceritanya kulit kepalanya terbuka bikin merinding).
Sang Ibu mengalami trauma berat & takut naik kendaraan dan sudah berobat ke berbagai psikiater untuk membantu pengobatan anxiety & depresinya.
Langsung teringat kedua putraku, ingin kupeluk erat2 karena kematian waktu, sebab-cara , di mananya kita tidak bisa duga & atur.
* Cerita lain dari seorang Ibu yg 3 tahun sulit untuk -maaf- kentut. Hal lucu n mungkin dinilai remeh. Tapi untuk yg mengalami, tidak bisa kentut apalagi dalam jangka waktu yg lama itu bikin menderita & tidak nyaman
* Lalu ada Ibu yg sudah menikah 11 tahun belum dikarunia anak sementara sudah habis2an biaya mencoba hingga bayi tabung pun belum berhasil. Walau di bibir terucap sudah pasrah tapi matanya menunjukkan kesedihan
* Ibu yg lain bercerita sudah berbulan2 insomnia dan mengalami tekanan batin karena suaminya tidak menghargainya dan Ibu tsb memilih untuk diam.
Daan masih banyak cerita lainnya. Yg menampar saya yg masih suka merasa: “Hidup teh gini2 amat.. meni nelangsa”
Padahal dari satu2 persatu kisah yg saya dengar tsb, begitu banyak hal yg saya dapat dari Allah yg kadang dianggap biasa saja padahal luar biasa bagi orang lain.
Dari 4 cerita di atas saja yg saya renungi mungkin selama ini kurang bersyukur padahal :
* Kedua Putraku sehat wal ‘afiat , bisa kuurus, kupeluk, melihat mereka tumbuh berkembang dengan baik selama ini
* Di balik rasa sakit akibat penyakitku, kadang saya lupa bahwa saya bisa kentut normal, plus masih banyak bagian2 tubuh yg berfungsi normal. Kadang saya hanya fokus pada bagian tubuh yg sakit dan lupa bahwa bagian tubuh lainnya baik2 saja dan kurang disyukuri
* Dikarunia suami & anak-anak yg luar biasa sabarnya hidup bersama istri & Ibu yg penuh drama plus high cost – high maintenance
* Penyakit Autoimun APS saya keluar setelah bertahun2 melahirkan anak kedua. Entah berapa dr baik hematolog maupun ahli Autoimun yg amaze bahwa saya sudah memiliki 2 anak tanpa keguguran &/ kecacatan janin
* Tidak sedikit orang yg bisa tidur dengan normal (Bisa tidur saat ingin tidur) , tapi menghabiskan malamnya dengan hal yg tidak bermanfaat. Saya sendiri sejak gejala Autoimun keluar sering insomnia (Level Vit D yg rendah makin jadi pemicu insomnia). Jadi sangat bersyukur saat bisa tidur malam cepat saat insomnia
Dan masih banyak lagi hal yg untuk jadi pemicu untuk bersabar & bersyukur. Tidak usah jauh2 renungi kondisi tubuh dari ujung Kepala sampai kaki, lalu tengok kiri kanan pasti banyak sekali hal untuk disyukuri.
Jadi … sudahkah bersabar & bersyukur hari ini ?
Have a Blessed Jummah
F.B. Monika
Note : Tulisan ini di like 640 pembaca, 119 komentar & dibagikan 166 x
Beberapa komentar yang masuk :
- MasyaALLAH tabarakallah..
Terimakasih mbak Fatimah Berliana Monika Purba
- Selalu menginspirASI
Sehat selalu mbak monik.
- MasyaAllah semoga selalu mendapat yg terbaik, Mbaaak. Keren dan sll menginspiras
- Jazaakillaahu khairan mba monik. Sedang butuh baca ini. Syafaakillaah mba monik
- Jazakillahu khoiron mba monik….sudah mengingatkan saya akan hal yang luput saya syukuri..
Syafakillah syifaan ajilan laa yughoddiru ba’dahu saqoman..aamiin..
- Sepakat..Bersyukurlah makan nikmat Allah bertambah.. Walaupun berat juga hehehe
- Bundaa, apa yang dirasakan sekarang?!
Menulis juga untuk menenangkan dan meringankan sakit ya. Terima kasih u/tulisan2nya bunda. Selalu mengingatkan jika harus banyak bersyukur
- Masya Allah mba Fatimah Berliana Monika Purba pas banget buka FB langsung bacaannya mba monik, ga ada yang kebetulan semua sudah Allah yang atur setiap detiknya apa yang kita dapetin di dunia, termasuk saat baca status mba monik buat saya kembali tersenyum bahwasanya kita terlalu banyak mengeluh dari hal yang kecil sampai kita lupa bersyukur ,padahal dari hal kecil itu sebenernya Berarti untuk orang lain
Izin share ya mba monik
- Teh… Peluk jauh, semoga Allah jodohkan suatu saat ketemu ya, biar bisa peluk dekat
- Pernah berkali2 mau kentut ga keluar2 udara diperut kayanya muter di dalem, sakiiiiiittttt sampai jumpalitan. Borehin perut pake minyak anget 1 jam kemudian kentut. Ya Allah ternyata hal yg menurut kita sepele harus juga kita syukuri daripada ngeluh wae..
- Mbak Monik , as always, terimakasih untuk remindernya . Mbak, alhamdulillah sekarang saya sudah hamil adiknya madina. Sekarang masuk 35 w. Minta doanya bisa cukup bulan ya mbak
Saya deg degan sebenarnya. Diantara deg degan itu, tetap buku mbak Fatimah Berliana Monika Purba yang jadi panduan saya utk persiapan menyusui.
- Tepat baca ini disaat lg down seperti sekarang ini..
5 Responses
Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good. https://accounts.binance.info/register-person?ref=IXBIAFVY
Become our partner now and start turning referrals into revenue!
Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you. https://accounts.binance.com/sv/register-person?ref=GQ1JXNRE
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.