CODE BLUE … Aku yang jatuh pingsan di RS hari ini …

Bogor, 16 Juli, 2025

CODE BLUE !!! CODE BLUE !!! Samar-samar kudengar banyak orang berteriak di sekitarku tadi siang. Aku, yang saat itu badan dan pikiranku serasa sedang berada di atas awan. Tapi sebagian inderaku dan sedikit otakku masih bisa bekerja, berpikir sepertinya suasananya hectic sekali seperti di drakor2 / dracin2 / HouseMD / apapun itu film / documentary mengenai kondisi kegawatdaruratan pasien yang sedang berusaha ditangani tim nakes (tenaga medis).

Aku sih memang sudah biasa pingsan (pingsan kok biasa hehe). Dan saking seringnya pingsan, aku mulai bisa melindungi diriku sendiri dari bahaya karena aku bisa pingsan di mana saja, yang bahaya di tempat umum. Jadi kadang beberapa detik sebelum aku pingsan aku sudah tau tandanya dan aku mesti secepat kilat menyelamatkan diri. Caranya bagaimana supaya aku tidak jatuh membentur hal yang berbahaya / Na’udzubillah jatuh di tengah jalan? Aku secepat kilat melihat adakah benda empuk seperti sofa, kasur (terutama di rumah), dan sepahit-pahitnya tidak ada, aku benturkan diri ke dinding supaya badanku yang besar ini tidak jatuh langsung ke lantai dan duluan kepala yang membentur lantai.

Untuk case hari ini, jadi aku ada jadwal untuk Hydrotherapy di RS BSH (Bogor Senior Hospital) -suatu saat aku cerita mengenai Hydrotherapy ya-. Kenapa aku mesti lakukan jenis terapi ini? Karena kerusakan sendiku, juga kerusakan syarafku sudah berat dan banyak sekali yang tidak bisa dilakukan dengan fisioterapi saja dan aku sudah tidak bisa berolahraga bahkan untuk sekedar olahraga jalan kaki pun sulit (note : aku pakai kursi roda elektrik untuk beraktivitas mandiri sehari-hari tapi aku masih bisa berjalan pendek). Optimalnya aku lakukan Hydrotherapy lebih dari sekali seminggu tapi apa daya, seminggu sekali pun sulit, kadang bisa jeda 2 bulan karena aku opname dan opname atau aku traveling dalam dan luar negeri lalu opname lagi.

Dari pagi hari badanku sudah nyeri banget dan kakiku masih bengkak2 (ini sudah biasa juga sebenarnya), ya sudah aku paksakan tetap berangkat dengan mobil online. (Aku selalu kesana kemari terbiasa mandiri sendirian dengan mobil / taksi online). Sampai di pinggir kolam.. Nah penampakannya seperti ini :

Aku biasa saling menyapa dengan terapisku. Dan aku bilang ke terapisku : “Mba… Badan saya lagi sakit-sakit banget dan ini kaki lagi bengkak-bengkak lagi (dan itu bukan berita baru sebenarnya)”.

Lalu sebelum masuk ke dalam air aku dipasang pemberat seberat sekitar 1 kg sepertinya yang diikat di pergelangan kaki. Dan ketika selesai dipasang di kedua kaki, kepalaku mulai berputar, keseimbanganku mulai hilang, aku tidak lihat ada tempat yang aman untuk aku menjatuhkan diri.

Daan… akhirnya sebelum semua gelap badanku menabrak badan terapisku dan aku terjatuh ke pinggir kolam dengan posisi kaki tertekuk. Lalu dimulailah drama medis CODE BLUE. Yang kurasakan selain badanku ada di awan, tapi juga sakit banget, juga seperti ditarik kesana kemari, diteriaki, dipanggil2, ditepuk2 : Ibu… Ibu… Ibu bisa dengar saya…. Ibu… bisa buka mata ? Ibu… dada kirinya sakit tidak…

Segera pasang alat monitor.. Sayup2 kudengar…

Lalu aku dipasangkan jilbab dan dengan tandu aku diangkat ke bed dorong dibawa ke ruang UGD.

Di ruang UGD aku dipasang alat monitor denyut nadi, kadar oksigen darah, tekanan darah, EKG, juga diperiksa darah gula darah sewaktu.

Lalu aku masih setengah pingsan, dokter UGD bertanya : Ibu , Ibu sudah bisa jawab pertanyaan saya? 

Aku : Mencoba menengok sekuat tenaga, mencoba menjawab sekuat tenaga tapi apa daya aku tidak bisa bicara

Lalu dokter bilang, baik Ibu, jawab dengan kedipan mata saja. 1x untuk Ya, 2x untuk Tidak (Kalau kuingat ini lucu juga haha).

Setelah sekitar setengah jam kesadaranku perlahan pulih, aku mulai bisa berbicara dan mulai bisa berpikir. Aku masih pakai baju renang setengah basah yang baru terasa tidak nyaman. Aku tidak nyaman, aku lepas sendiri semua alat monitor, aku panggil suster yang kaget aku lepas sendiri semua dan aku bilang aku mau pulang saja, kalaupun aku memburuk aku ke RS yang biasa menangani aku tim dr nya. Lalu dr berbicara denganku dan membolehkan aku pulang setelah menawarkan infus dll yang jelas kutolak. Aku bilang, saya udah biasa begini dok.. Ini saya kalaupun lagi kesakitan saya ada morfin di rumah yang dosisnya atas petunjuk dr anestesi saya, tidak perlu diberikan di sini. Lalu Suster2 khawatir  karena aku pulang sendirian pakai mobil online, aku bilang tidak apa2, sudah biasa. Alhamdulilah sampai rumah dengan selamat…

Begitu cerita hari ini, dan hari-hariku kadang yaa begitulah seringnya bikin frustasi memang. Kalau orang lain mungkin melihatnya kasihan ya kemana-mana sendiri, kalau aku bukan masalah, yang jadi masalah aku sedih karena tidak jadi Hydrotherapy.

Sebagai penutup, ternyata kode-kode warna itu beragam, dan menarik juga untuk diketahui. Berikut ini gambarnya ya :

Share :

3 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kekuatan Pelukan

Kekuatan Pelukan

Bogor, 14 Oktober 2025 diambil dari Laman Facebookku 27 November 2019 Kemarin saat bedrest sempat…

BAHAYA MP-ASI DINI (MP-ASI = Makanan Pendamping ASI) Bogor, 14 Oktober 2025 , diambil dari…

Trending