Bogor, 30 September 2025 , diambil dari Laman Facebook ku 5 April 2020
Kadang sering takjub sama warga +62 di mana perbedaan apapun bisa jadi … war. Seperti akhir2 ini akibat karantina rumah, nge trend lah topik soal pentingnya berjemur. Sampai dibuat meme2 dengan gambar lucu seperti : badan gosong karena berjemur 10 jam bukan jam 10.
Nah yg jadi perdebatan itu berjemur di jam berapa? Ada 2 kubu pendapat yg mungkin sudah teman2 simak dari berbagai sumber. Di tulisan kali ini saya tidak bahas dari jurnal2 penelitian yg banyak itu (lagi sedikit tenaga bila ada yg request menerjemahkan jurnal2 , apalagi ada yg bilang saya sombong karena di suatu tulisan saya quote original paragraph in English). Jadi saya mau sharing ringan saja pengalaman saya yg hingga sekarang Defisiensi Vit D.
Tidak pernah terlintas apalagi terpikir oleh saya bahwa saya menderita Defisiensi Vit D ( & akhirnya terkait dengan Penyakit Autoimun). Pada suatu waktu , saat itu sedang musim salju yg cukup berat & panjang di AS, kondisi kesehatan saya menurun. Padahal saya itu sangat jarang sakit, mantan atlet, sehingga terkenal sangat kuat di antara teman2. Yg sangat mengganggu adalah insomnia berat dan fatigue (level di atas lemah letih lesu biasa) yg tidak bisa hilang walau tidur siang. Juga nyeri2 sendi, tulang ngilu2.
Akhirnya mengunjungi GP (General Practitioner) aka dr umum. Setelah diperiksa n tes darah akhirnya ditemukan item yg tidak normal yaitu kadar Vit D saya yg sangat rendah yaitu 4 dari normalnya minimal 30. Akhirnya terapi minum supplement Vit D dosis tinggi (5.000 iU per hari), makan ikan & dairy products lebih banyak. Ketika matahari mulai muncul di musim panas saya rutin berjemur.
Tetapi kadar Vit D saya tidak pernah naik. Walau dosis supplement Vit D ditambah , sudah berjemur, optimalkan nutrisi. Di kunjungan terakhir ke GP saya dengan frustasi tanya kenapa, apa ada penyakit lain karena gejala2 memberat juga. Sayangnya sang GP tidak mencari lebih lanjut & hanya bilang nanti kalau pulang ke Indonesia akan normal kembali.
Long Story Short, setelah kembali ke Indonesia saya terus lanjutkan minum supplement Vit D nya, juga berjemur. Dan tetap saja hasil tes Darah menunjukkan Defisiensi. Di postingan saya yg lain akhirnya ditemukan bahwa saya menderita Penyakit Autoimun.
Defisiensi Vit D & Penyakit Autoimun seperti lingkaran setan di mana ahli2 terbagi 2 kubu yaitu yg yakin Defisiensi Vit D pemicu Autoimun vs Penyakit Autoimun menyebabkan Defisiensi Vit D.
Di perjalanan saya berjuang dengan penyakit Autoimun, saya makin musuhan sama sinar matahari. Pertama karena hormon kortisol saya rendah menyebabkan saya perlu tidur di pagi hari karena pagi hari waktu tersakit , terlemah & terberat saya. Kedua, ini yg menyebalkan bahwa sinar matahari bikin saya sakit Kepala dari pusing biasa hingga vertigo hingga mau pingsan. Makin siang, makin panas makin berat efeknya. Saya bersyukur bukan penderita Autoimun tipe SLE (awamnya Lupus) yg bila kena sinar matahari efeknya pun ke kulit yaitu butterfly rash hingga melepuh. Jadi bilapun berjemur minimal harus pakai sunglasses.
Lalu kapan saya berjemur? Sangat jarang karena musti mengukur kemampuan badan vs aktivitas yg sudah direncanakan hari itu. Bila badan lagi sangat ok bisa memaksakan jalan pelan depan rumah. Saat ini masih minum supplement Vit D dengan dosis 1.400 iU per hari dan tes darah Vit D maksimal 3 bulan sekali.
Hikmah bagi diri saya sendiri :
1. Untuk yg berpotensi menderita Defisiensi Vit D seperti tinggal di daerah dengan musim dingin (salju) yg panjang, orang2 yg pekerjaannya mengambil waktu malam hari (night shifter) sehingga pagi hari tidur, orang2 yg bekerja di jam normal tapi sangat sibuk seperti front liner bisa mempertimbangkan untuk tes Darah Vit D ini.
Memang tidak dicover BPJS & rata2 asuransi kesehatan umumnya. Biayanya lumayan, di RS langganan saya sekitar Rp 560rb.
2. Bila positif Defisiensi Vit D maka disiplin minum supplement, berjemur dan perbaikan asupan nutrisinya. Ulang tes Darah 3 bulan kemudian.
3. Bila setelah no 2 tidak ada perbaikan bahkan ada gejala2 lain timbul maka jangan tunda periksakan ke dr. Bisa mulai ke internist atau kombinasi sesuai keluhan misalnya ke dr syaraf, hematolog dll.
4. Menimbang Risk vs Benefit
Kuncinya: Dengarkan Bahasa Tubuh
Walaupun kubu yg percaya berjemur pk 10 dst lebih bagus karena mendapat UVB tapi secara kebutuhan & kondisi individu berbeda2. Seperti saya, sudah ditulis di atas.
Bayi, juga harus hati2 jangan dijemur lama plus kondisi telanjang.
Terakhir, ada nasehat bagus (pendapat pribadi beliau) dari dr Purnamawati, SpA (my dearest Bunda Wati) terkait hal ini :
“Yang saya lakukan apa?
1. Setiap pagi berolahraga 45 sd 60 menit
Pakai topi
Pakai sunglasses
Pakai tabir surya
2. Nanti jam 10 an saya di kebun
Pakai topi dan kaca mata
Mengurus rumput liar dll selama bbp waktu
3. Tetap menjaga solidaritas sosial dg physical distancing dan dengan stay at home di luar kesua saat saya berolahraga dan berkebun tsb “
Demikian sharing ringan sore ini semoga ada hikmah/ manfaatnya.
F.B. Monika
Note : Tulisan ini di like oleh 356 pembaca, 100 komentar & dibagikan 106 x
Beberapa komentar yang masuk :
- Ternyata defisiensi Vit D penyebab autoimun atau autoimun penyebab defisiensi vit D msh jd perdebatan ya. Sy jd ingat bbrp wkt lalu ada aktivis perempuan menyimpulkan bhw defisiensi vit D menyebabkan autoimun. Yg jadi masalah adl mnrtnya menggunakan hijab dpt menyebabkan defisiensi Vit D. (Kesimpulan brutal: penggunaan hijab bisa menyebabkan autoimun).
- Sehat-sehat yaah, Mba
Aku kl kena sinar matahari juga sekarang kadang sakit kepala. Tapi nggak selalu sih. Kalau terik sih biasanya sakit kepala, kadang sampai berasa mual dan akhirnya muntah
- Samaan Mba, aku pun defisit vit. D, ketauan beberapa tahun terakhir. Tapi ngga ada autoimun. Dari di angka 9, naik ke 20 an, turun lg di 6, lalu entah ngga cek2 lg udah lama. Keluhan utama masalah lelah luar biasa dan badan yg pd pegel jg ngilu jg tegang di otot2 bahu hingga pinggang yg bikin sakit di kepala belakang bawah sampe bawah telinga. Lambung yg sulit diajak puasa meskipun udah konsumsi obat lambung tiap hari. Terapi utk defisit ini dikasih Cavit D3, 133 IU sehari 2x. Belumlah lg kalo kalium ngedrop. Ditambah hipertensi yg mesti dijaga.
. Kalo badan pd pegel ngilu2 gitu susah tidur. Aku pun dikasihnya racikan pereda nyeri dgn penenang. Enakan memang, tp badan jg jd lemes. Aah.. ini belum.apa2nya Mba Monik. Aku salut dgn kesabaran Mba Monik.. tetep semangat, tetep sehat dan bahagia ya Mba,
- Bagian tabir surya ini yang ampuuuunn kali lupa nya kak.
Tapi memang dr jaman oppung2 pun kami kecil2 udah diajarin jemur badan kalau matahri jam 9 an.
Kalau dulu, yg tua-tua ngomong, biar dapat vit D biar segar badan.
Awak dulu ya manut2 aja
- Kondisi saya di pagi hari kayak mba monik ini. Kondisi terlemah, nyeri, lemas, kliyengan. Kalo saya maksa aktivitas bisa ambruk. Mencoba berjemur kepala nyeri, kliyengan. Ga tahan. Dari browsing2 dan baca2 status mba monik sepertinya saya juga fibromyalgia. Sudah ke dokter syaraf. Baru jelasin bagian nyeri sudah disuruh ke ruang periksa. Bahkan saya tidak diminta rebahan. Dalam keadaan duduk dipegang beberapa titik. Tiap dipegang titik itu saya kejang. Pas itu emang lagi parah2nya reaksi kejang saya. Dibilang saya stres. Saya bilang masa stres 24/7, dok. Kata dokternya ya kita kan ga tau. Sudah, kapok saya. Coba ke internist, konsultan rheumatologi. Karena mirip2 RA juga jadinya. Hasil tes CRP kuantitatif tidak menunjukkan ada RA ataupun lupus. Masi harus berjuang untuk mendapatkan diagnosis. Mau ke dokter tunggu corona mereda dulu. Sementara itu sekarang jadi sering vertigo
.
- Saya jg defisiensi vit D gejala nyerinya sakit sekali dikira sdh sampai ke kondisi lupus tapi alhamdulillah hasil tas ANA dan DS DNA titer di border line ga sampe didiagnosis lupus. Tapi emang ada peningkatan angka vit d dlm darah setelah suplementasi walau naiknya terbilang merangkak, lelet bgt.
- Semoga Allah SWT selalu merahmati mba monik sekeluarga. Tulisan2 mba yg berbobot, tidak memihak atau memojokkan pihak2 tertentu, lengkap dan detil. Karena berdasarkan info2 ilmiah yg bisa dipertanggungjawabkan. Jujur sy kangen dg tulisan2 mba monik yg panjang lebar tp semakin menarik utk dibaca sampai akhir. Sangat banyak pengetahuan yg diperlukan dr tulisan mba monik. Semoga selalu semangat ya mba. Hanya bisa kirim doa dr jauh
15 Responses
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me? https://accounts.binance.info/register-person?ref=IHJUI7TF
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.
https://shorturl.fm/gpzkD
https://shorturl.fm/hcOMR
https://shorturl.fm/tqVOj
https://shorturl.fm/0qHGC
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.
Become our partner and turn clicks into cash—join the affiliate program today!
Start earning every time someone clicks—join now!
Earn passive income on autopilot—become our affiliate!
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article. https://www.binance.info/bg/register?ref=V2H9AFPY
Refer friends, collect commissions—sign up now!
Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me. https://accounts.binance.com/ph/register-person?ref=IU36GZC4